Rabu, 04 Agustus 2010

sejarah internet pertemuan II

1996
persaingan antara browser IE dan NET SCAPE bersaing.
TV.com di jual ke CNET harganya $ 15.000.

1997
www.whitehouse.com menjual websitenya seharga $150.000

1998
Perusahaan COMPAQ membeli altavista.com seharga $ 3,3 M
registrasi domain name lebih dari dua milion.

1999
Bank online di mulai kemudian bussiness.com di jual seharga $ 7,5 Billion
dan NAPSTER di temukan.

2000
virus milenium muncul, terjadi perubahan .com menjadi .gone kemudian Clinton membuat webcast (pendistribusian file secara online) pertama kali.

2001
wikipedia diluncurkan

2002
myspace di temukan

2003
facebook di temukan

2005
Vint Cerf (penemu TCP) bekerjasama dengan google.

2006
jumlah host melebihi 439 juta . setiap detiknya terdapat 10 komputer baru yang bergabung dengan internet.

2007
Pemerintah Amerika Serikat mengalami "suatu spionase Pearl Harbor" di mana "kekuatan asing yang tidak diketahui masuk ke semua badan teknologi tinggi, semua lembaga militer, dan me-download informasi/data sampai dengan terabyte." Pada 17 Mei 2007 Estonia mendapat serangan cyber, Parlemen, kementerian, bank, dan media Estonia menjadi sasaran. Pada 14 Desember 2007, website KPU Pusat Kirgiz itu dirusak selama pemilihan. Pesan yang ditinggalkan di website terbaca "Situs ini telah di-hacked oleh Dream of Estonia organisasi". Selama kampanye pemilu dan kerusuhan sebelum pemilu, ada kasus Denial of Service serangan terhadap ISP Kirgiz.Situs Georgia dan Azerbaijan diserang oleh hacker selama Perang Ossetia Selatan 2008.

2008
Akhir pekan (20/7/2008) website pemerintah Georgia lumpuh oleh serangan distributed denial of service (DDoS). Situs resmi presiden Georgia, Mikheil Saakashvili, diserang pada hari Sabtu dan Minggu. Serangan itu diketahui pada Sabtu pagi dan kemudian berlanjut sampai hari Minggu. Para pengamat keamanan internet Georgia belum bisa memastikan sumber serangan tersebut, namun bukti awal merujuk kepada negara tetangga mereka yaitu Rusia. Salah satu pengamat, Jose Nazario, melaporkan salah satu pesan dalam paket data yang dikirim secara besar-besaran itu terbaca sebagai "win+love+in+Russia", software pengontrol botnet yang digunakan dalam penyerangan itu dikaitkan dengan botnet milik Rusia.

2009
Pada 28 Maret 2009, sebuah jaringan mata-mata cyber, dijuluki GhostNet, terutama dengan menggunakan server berbasis di Cina telah menyadap dokumen rahasia dari pemerintah dan organisasi swasta di 103 negara, termasuk komputer dari Tibet di pengasingan, tetapi Cina menyangkal klaim tersebut. Pada Juli 2009, ada serangkaian serangan besar cyber yang terkoordinasi terhadap pemerintah, media massa, dan situs keuangan di Korea Selatan dan Amerika Serikat. Minggu yang buruk untuk Korea Selatan, karena adanya serangan cyber, yang dipercaya berasal dari 16 negara yang berbeda. Hal tersebut disampiakan oleh agen mata-mata Seoul, Jumat (10/7/2009) ini, seperti yang dilansir dari Ciol.com. Menurut National Intelligence Service (NIS), serangan diketahui dari hasil pelacakan 86 alamat protocol Internet dari 16 negara, termasuk United States, Jepang dan China. Sementara pihak Korea Utara, memberikan konfirmasi dari NIS bahwa Korea Utara tidak termasuk dalam 16 negara yang telah menyerang Korea Selatan. Sedangkan menurut agen mata-mata Korea Selatan, yang dilansir dari Ciol.com, terungkap bahwa komite parlement percaya bahwa komunis Utara atau simpatisannya mungkin yang berada di balik cyber attack website pemerintah Korea Selatan. Situs-situs jaringan sosial terkemuka seperti Twitter, Facebook, dan Livejournal lumpuh selama beberapa jam, Kamis (6/8/2009), akibat serangan DDoS (
distributeed denial of sevice). Serangan ini dilakukan "zombie-zombie internet" atau disebut botnet yang selama ini sudah menginfeksi ribuan bahkan mungkin jutaan komputer pribadi dan kantor di seluruh dunia. Pelaku serangan telah memerintah botnet-botnet yang dipeliharanya secara diam-diam untuk membanjiri akses ke situs-situs tersebut secara serentak. Akibatnya, tak kurang dari 300 juta pengguna Twitter, Facebook, dan Livejournal tidak dapat mengakses akibat trafik yang terlalu tinggi bahkan membuat server down.Twitter mengalami kelumpuhan sekitar tiga jam akibat serangan yang terjadi sejak pukul 23.00 WIB. Selama tiga jam itu, sekitar 35 juta pengguna Twitter tak dapat mengirim pesan apapun. Facebook melaporkan gangguan yang sama dialami sekitar 250 juta pengguna. Sedangkan Livejournal melaporkan gangguan pada 21 juta penggunanya. "Ini benar-benar serangan yang sangat mematikan," ujar Stephen Tanase, analis senior dari Kaspersky seperti dikutip dari USA Today. Tidak ada serangan sebesar itu yang terjadi lagi sejak Februari 2000. Saat itu, seorang bocah berusia 15 tahun yang menamakan dirinya Mafiaboy memerintahkan botnet-botnet untuk melumpuhkan Yahoo, eBay, Amazon, Etrade, ZDnet, dan CNN.Pada bulan Desember 2009, sebuah serangan cyber, disebut Operasi Aurora, diluncurkan dari Cina terhadap Google dan lebih dari 20 perusahaan lain.

Pada Tahun 2010 :Mesin pencari tersohor di China, Baidu.com dibobol pada 12 Januari 2010 lalu. Baidu.com tidak bisa beroperasi selama beberapa jam dan para pengunjung di re-direct ke sebuah situs lain. Sebuah grup yang menamakan dirinya 'Iranian Cyber Army' mengklaim merekalah yang bertanggung jawab terhadap aksi itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar